Myth vs Fact
Ketuk kartu untuk membandingkan mitos yang beredar dengan fakta ilmiah seputar HIV/AIDS.
HIV menular lewat pelukan dan berbagi makanan.
Ketuk untuk melihat fakta
Kontak sosial sehari-hari tidak menularkan HIV. Virus membutuhkan jalur cairan tubuh tertentu.
Ketuk untuk kembali
Gigitan nyamuk bisa menularkan HIV seperti malaria.
HIV tidak bereplikasi di nyamuk dan tidak ditularkan melalui gigitan serangga.
Orang dengan HIV pasti cepat meninggal.
Dengan ART modern, harapan hidup ODHA mendekati populasi umum jika pengobatan dimulai dini dan dipatuhi.
Jika sudah merasa sehat, ART bisa dihentikan.
ART harus berkelanjutan sesuai anjuran dokter. Berhenti sendiri berisiko rebound virus dan resistensi.
ODHA tidak boleh bersekolah atau berkuliah bersama orang lain.
Lingkungan belajar aman. Menolak ODHA adalah bentuk diskriminasi, bukan pencegahan.
Hanya kelompok tertentu yang bisa terkena HIV.
Siapa saja bisa terpapar jika ada perilaku atau paparan berisiko. HIV tidak memandang identitas saja.
Jika pasangan terlihat sehat, tidak perlu pakai kondom.
Banyak orang dengan HIV tampak sehat. Status hanya diketahui lewat tes, dan perlindungan tetap penting.
U=U artinya obat sudah menyembuhkan total.
U=U berarti virus tidak terdeteksi dan tidak menular secara seksual, tetapi HIV tetap ada dan ART harus dilanjutkan.
Tes HIV selalu menyakitkan dan hasilnya dibocorkan.
Banyak tes cepat dengan jarum kecil. Kerahasiaan hasil dilindungi etika dan regulasi layanan kesehatan.
Sekali tes negatif berarti aman seumur hidup.
Jika ada paparan baru, status dapat berubah. Tes ulang sesuai risiko dan anjuran medis.
Cuci genital dengan antiseptik setelah seks cukup mencegah HIV.
Mencuci bukan metode pencegahan HIV. Gunakan kondom, PrEP/PEP bila diindikasikan, dan tes rutin.
Remaja dan mahasiswa tidak perlu tahu tentang HIV.
Literasi dini menurunkan risiko, mematahkan stigma, dan mendorong perilaku sehat.